Jakarta, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merupakan langkah strategis dalam kebangkitan ekonomi Indonesia di tingkat global. Inisiatif yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan dapat memperkuat investasi nasional serta mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.
Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund Indonesia
Pembentukan Danantara diawali dengan revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah disepakati DPR pada awal tahun ini. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025, Danantara resmi berdiri sebagai pengelola investasi strategis nasional.
Presiden Prabowo Subianto juga menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2025 mengenai pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara.
Menurut Cucun Ahmad Syamsurijal, Danantara bukan sekadar badan investasi, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita berharap Danantara dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi Indonesia serta menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya dalam acara peluncuran di Istana Kepresidenan.
Visi dan Misi Danantara
Nama Danantara memiliki makna mendalam, di mana ‘Daya’ berarti energi, ‘Anagata’ berarti masa depan, dan ‘Nusantara’ melambangkan Indonesia. Dengan semangat ini, Danantara memiliki visi menjadi pengelola investasi negara yang unggul dan mampu mendorong transformasi ekonomi nasional.
Danantara dirancang untuk:
- Mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
- Menjadi wadah investasi strategis dalam sektor prioritas.
- Membantu pendanaan proyek-proyek berkelanjutan yang berdampak tinggi, termasuk di bidang energi terbarukan, industri hilir, manufaktur canggih, dan produksi pangan.
- Memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program yang memberdayakan UMKM dan koperasi.
Cucun juga menekankan bahwa Danantara harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. “Kami berharap proyek-proyek Danantara dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas SDM dalam negeri,” tambahnya.
Danantara sebagai Holding Investasi Nasional
Danantara hadir sebagai entitas yang mengelola dividen BUMN untuk kemajuan Indonesia. Dengan pengelolaan aset yang diproyeksikan mencapai US$900 miliar atau sekitar Rp14.715 triliun, Danantara diharapkan memiliki peran seperti Temasek Holdings di Singapura.
Dana awal yang akan dikelola diperkirakan mencapai US$20 miliar, dengan tujuan utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Sebagai langkah awal, Danantara akan menyalurkan investasi ke berbagai sektor strategis guna meningkatkan daya saing global. Dengan tata kelola keuangan yang transparan dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, Danantara diharapkan mampu memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian nasional.
Dukungan DPR dan Pengawasan Optimal
DPR RI berkomitmen mendukung inisiatif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara menjalankan tugasnya dengan optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa Danantara dikelola secara profesional dan akuntabel sehingga benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat. Karena saat perekonomian maju, kesejahteraan rakyat pun ikut meningkat,” ujarnya.
Dengan terbentuknya Danantara, Indonesia kini memasuki era baru dalam pengelolaan investasi nasional. Komitmen untuk menjadikan Danantara sebagai sovereign wealth fund kelas dunia menjadi langkah besar dalam mewujudkan Asta Cita—visi besar pembangunan ekonomi nasional berbasis investasi berkelanjutan dan inklusif.
Danantara diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan kompetitif di panggung dunia.